Mengabadikan Keindahan Bromo di Sepanjang Malam

Minggu, 26 Jan 2020Ari Amphibia

Keindahan Gunung Bromo tidak hanya saat sunrise saja. Cobalah di saat gelap. Kita bisa memotret pesona langit penuh bintang dan Milky Way. Carilah spot yang tepat dan datang di saat yang pas, Sobat Pesona dapat mempraktekan cara saya dalam memfoto bintang di gelapnya malam Gunung Bromo.

Sobat Pesona, kalau kamu pelesiran ke Gunung Bromo, pilih ke sana malam, pagi, atau siang hari? Kalau saya tentu memilih malam. Karena, buat saya, cantiknya Gunung  Bromo memang saat malam hari. Kebetulan saya juga senang sekali memotret pemandangan malam. Dari membuat star trail hingga mengabadikan Milky Way yang cantik. Dan semua itu bisa saya lakukan di Bromo.

Ya, Milky Way adalah salah satu keindahan pesona malam di Gunung Bromo. Kumpulan jutaan bintang di langit dipaduakan dengan gunung yang sedang mengepulkan asap sungguh keindahan yang sayang dilewatkan untuk direkam sambil menyeruput kopi.

Namun, memotret milky way tidak bisa di setiap malam. Syaratnya adalah langit malam tanpa terang bulan. Langit benar-benar cerah tanpa awan, hujan, dan area sekitar pemotretan kita harus benar-benar gelap. Biasanya lokasi yang jauh dari perkotaan–yang di malam hari biasanya terang-benderang–akan lebih mudah menangkap keindahan milkyway ini. Jika berada di tempat yang masih cukup banyak cahaya, sensor kamera akan kesulitan menangkap satu-satunya sumber cahaya di langit.

Mengabadikan Milky Way di Bromo
Bromo sudah memenuhi syarat untuk memotret landscape malam dengan bintang yang ciamik. Pertanyaan berikutnya adalah, di mana spot paling pas untuk memotret pemandangan berbintang ini? Kalau dari saran sejumlah fotografer di jagat maya, kita bisa memotret dari Puncak Pananjakan dan sekitarnya.

Beberapa pilihan spotnya antara lain Puncak Seruni, spot “Pohon Galau’, Bukit Kingkong, dan Rogowulan. Semua lokasi itu bisa langsung ditanyakan ke semua driver jeep Bromo dan mereka pasti paham.

Seruni Point, biasa disebut juga sebagai Penanjakan Dua, alternatif sunrise point selain di spot biasanya di Penanjakan. Jalan menuju Seruni Point bisa dibilang cukup mudah. Dari arah Probolinggo, sebelum pos restribusi Bromo, kita akan melewati sebuah jalan cabang. Pilih jalur ke kanan dan ikuti jalan hingga menemukan Hotel Cemara Indah.

Dari hotel tersebut, belok kanan lagi dan ikuti jalan saja hingga menjumpai area parkir. Kita bisa menikmati landscape Bromo juga dari parkiran ini. Atau, jalan menaiki anak tangga untuk mendapatkan best view. Saat gelap kita bisa memotret bintang di sini. Tapi kita juga bisa menunggu hingga matahari terbit untuk membuka kecantikan Bromo saat disinari cahaya.

Rogowulan adalah titik tertinggi di Bromo. Dari titik tertinggi ini kita tentu saja bisa memotret pemandangan malam dengan lebih luas. Rogowulan ini biasa digunakan oleh para komunitas pesepeda downhill sebagai titik tolak untuk menuruni perbukitan. Kalau ke sini, jangan lupa bawa jaket supertebal ya. Soalnya ini adalah spot yang paling dingin di Bromo karena hembusan anginnya sangat kencang.

Kalau Sobat Pesona ingin memotret keindahan malam di Bromo, jangan lupa bawa tripod dan shutter release, ya. Jangan ragu minta diantarkan driver jeep ke titik-titik yang tepat. Pukul 00.00 atau lebih bisa jadi waktu yang tepat untuk berburu bintang dan milkyway. Oh ya, jangan lupa bekali diri dengan termos berisi kopi atau teh panas untuk teman hunting juga. Selamat mencoba!

 

https://pesona.travel/keajaiban/4897/mengabadikan-keindahan-bromo-di-sepanjang-malam

Tags

BromoFuji X-SeriesGunung BromoPesona Indonesia